Wisata Sejarah Seru ke Gudang Peluru, Benteng Kedung Cowek

gudang-peluru.jpg

 

Surabaya memiliki banyak sekali kisah heroik bersejarah yang berkaitan dengan perlawanan masyarakat mengusir penjajah. Hal yang wajar memang, apalagi dengan julukan yang diberikan sebagai “Kota Pahlawan” karena peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di salah satu hotel di Surabaya. Kondisi tersebut tentu saja akan membuat kota ini memiliki banyak tempat wisata bersejarah.

Salah satunya adalah Benteng Kedung Cowek. Benteng ini berlokasi di Jalan Kedung Cowek, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. Jika Anda menginap di hotel di Jemursari, Anda bisa mencapai benteng ini hanya dalam waktu sekitar  45 menit saja.

Nama asli dari benteng ini adalah Kustbatterij Kedoeng-Tjowek tetapi lebih dikenal dengan nama Benteng Kedung Cowek. Benteng ini dibangun pada masa penjajahan Belanda sebagai sistem pertahanan Belanda di area tepi pantai dan selat madura. Saat ini, benteng ini sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya pada tanggal 6 Mei 2020 lalu setelah melalui perjalanan panjang selama sekitar 5 tahun lamanya untuk proses observasi dan sebagainya.

Melansir dari situs nationalgeographic, cetak biru atau blue print pembangunan benteng ini ditandatangani pada 30 April 1900 oleh De Kapitein der Genie di Batavia. Sementara penanggung jawab atas pembangunannya diserahkan pada Kapten Zeni Proper seperti yang disebutkan dalam surat kabar De Locomotief  tanggal 30 Maret 1900. Pembangunan benteng ini terus mendapatkan perhatian dan perkembangannya selalu diliput oleh berbagai surat kabar. Termasuk juga ketika mulai dilengkapinya benteng pertahanan ini dengan berbagai meriam.

Masih berdasarkan sumber yang sama, pada tahun 1903 benteng ini mengalami pemugaran karena konstruksi lamanya dianggap kurang kuat. Namun, pemugaran hanya dilakukan sebagian sehingga bentuk aslinya masih ada. Sebagai pusat pertahanan, benteng ini tidak hanya dilengkapi dengan meriam saja, tetapi juga dijadikan sebagai gudang peluru.

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, benteng ini semakin diperkuat dengan pengadaan berbagai senjata. Dan pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, benteng ini memegang peran penting dalam perlawanan pejuang Indonesia melawan tentara Inggris. Benteng ini dijadikan salah satu pusat serangan pasukan Sriwijaya terhadap kapal Inggris.

Hingga saat ini, benteng ini masih kokoh berdiri meskipun mungkin ada beberapa bagian yang mulai rusak dan terdapat banyak tanaman liar yang menutupi beberapa area pada benteng ini. Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada para pejuang yang gugur saat mempertahankan kemerdekaan dengan berjuang di sini, kamu dan kita semua harus terus menjaga keberadaan benteng ini.