Sejarah Singkat Jembatan Suramadu

jembatan-suramadu.jpg

 

Siapa yang tidak kenal Jembatan Suramadu? Jembatan yang menjadi ikon wisata kota Surabaya. Melansir dari laman id.wikipedia.org, Jembatan Suramadu merupakan salah satu jembatan terpanjang di Indonesia yang melintasi Selat Madura serta menghubungkan Pulau Madura & Pulau Jawa.

Dinamakan Jembatan Suramadu karena titik penghubungnya adalah kota Surabaya (Sura) dan Bangkalan yang terletak di Pulau Madura (Madu). Inilah yang menjadi cikal bakal disematkannya nama Suramadu untuk jembatan terpanjang tersebut.
 

Sejarah Singkat Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 11 Juni 2009. Jembatan ini mulanya dibangun untuk memudahkan akses pembangunan di Madura. Hal ini karena Madura termasuk wilayah yang perekonomian serta kesejahteraan masyarakatnya masih sedikit tertinggal dibanding wilayah lainnya di Jawa Timur.

Terlebih, akses penyaluran logistiknya masih sulit karena terpisah oleh Selat Madura. Di samping itu, jembatan ini dibangun untuk menekan angka urbanisasi masyarakat Surabaya yang penduduknya semakin meningkat.

Dulunya, pembangunan jembatan ini sudah dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1960-an. Saat itu, pencetusnya bernama Prof. Dr. Sedyatmo, seorang insinyur sipil yang juga menciptakan konstruksi Cakar Ayam. Ide tersebut pun langsung diseriusi oleh Prof. Sedyatmo dan beliau langsung merancang desain uji coba.

Setelah berselang belasan tahun kemudian, ide tersebut barulah disampaikan ke Presiden Soeharto dan mendapatkan persetujuan. Tidak hanya persetujuan, bahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional juga menggaet delegasi Jepang untuk melakukan kerja sama terkait pembangunan jembatan.

Namun, sayang, pembangunan jembatan tersebut hanya tinggal kenangan karena sang pencetus ide mangkat sebelum pembangunan terlaksana pada tahun 1984 silam. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1986, Presiden Soeharto menunjuk B.J. Habibie untuk meneruskan ide pembangunan jembatan. Riset pun mulai dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari sisi ekonomi hingga bagaimana dampaknya terhadap kelangsungan hidup masyarakat.

Akan tetapi, pembangunan terpaksa harus diundur karena terjadi krisis moneter tahun 1997-1998. Lalu, awal tahun 2000, pemerintah Jawa Timur bersikeras agar jembatan tersebut kembali dibangun dengan menyurati pemerintah pusat. Akhirnya, pada tahun 2003 terbit keputusan presiden yang menyatakan pembangunan jembatan akan kembali dilanjutkan. Dan  awal pembangunan jembatan ini diresmikan oleh Presiden Megawati dalam acara Start Up Ceremony Main Span Project of Suramadu Bridge.
 

Ikon Wisata Kota Surabaya

Memiliki sejarah yang cukup panjang, Jembatan Suramadu kini menjadi ikon wisata kota Surabaya. Terlebih, per Mei 2017, diselenggarakan festival untuk pertama kalinya di sekitar jembatan. Acara pada festival tersebut pun beragam, mulai dari olahraga, budaya, hingga kuliner. Diharapkan, dengan diselenggarakannya festival tersebut bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

Hingga kini, banyak masyarakat yang menjadikan Jembatan Suramadu sebagai tempat hangout Surabaya karena lokasinya yang memang strategis sekaligus menawarkan pemandangan sangat memukau.

Bagaimana? Tertarik berwisata ke Jembatan Suramadu?