Pentingkah Membuat Perjanjian Pra-Nikah?

perjanjian-pra-nikah.jpg
 
Apa yang kamu persiapkan sebelum menikah dengan pasanganmu, pastinya Wedding Organizer yang akan digunakan, Wedding Venue Surabaya atau daerah lain yang dipilih, adat pernikahan saat resepsi, dan sebagainya. Padahal, ada satu hal penting lain yang juga tidak boleh kamu lupakan, yaitu perjanjian pra-nikah.

Baru berencana menikah kok sudah memikirkan tentang perceraian.

Itulah yang selama ini menjadi anggapan banyak orang sehingga surat perjanjian ini dianggap tabu dan tidak perlu dibuat. Memang, sebagian besar perjanjian pra nikah mengatur tentang segala hal jika suatu saat nanti perceraian benar-benar terjadi. Namun, tahukah kamu bahwa perjanjian ini bisa melindungimu maupun pasangan dari sesuatu yang tidak diharapkan terjadi selama pernikahan? Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diatur dalam surat ini:

· Pisah harta dan utang
Berdasarkan pasal 119 KUHPerdata, seluruh harta yang dimiliki selama pernikahan berlangsung adalah harta bersama, tidak peduli apakah istri atau suami yang membelinya. Jadi ketika terjadi perceraian, maka harta tersebut harus dibagi rata sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Namun dengan adanya perjanjian pra nikah, baik suami maupun istri berhak untuk memisahkan harta yang diperolehnya masing-masing. Begitu pula dengan utang, jika sang suami memiliki utang dan sudah diatur dalam surat perjanjian pra nikah, maka utang tersebut tetap menjadi kewajiban suami.

· Kewajiban saat melangsungkan pernikahan
Dalam buku nikah sudah diatur mengenai hak dan kewajiban umum seorang suami pada istrinya maupun sebaliknya. Namun, ada beberapa hal spesifik yang tidak diatur karena setiap pasangan pasti memiliki gambaran keluarga idealnya yang berbeda dengan pasangan lain. Misalnya Anda sebagai istri melarang suami untuk berpoligami, atau Anda sebagai suami melarang istri bekerja. Jika ada yang melanggar maka harus menerima konsekuensi sesuai dengan yang tercantum dalam surat perjanjian.

· Pasca perceraian
Tidak ada seorang pun yang berharap akan ada perceraian dalam pernikahan, tetapi tidak ada salahnya jika hal ini dipersiapkan agar tidak menjadi masalah nantinya. Biasanya hal yang diatur dalam poin ini adalah mengenai hak asuh anak. Hal yang dilihat biasanya adalah penyebab dari perceraian. Misalnya karena suami memiliki orang ke-3 maka hak asuh anak secara otomatis akan jatuh pada istri, atau sebaliknya

Surat perjanjian pra nikah tidak boleh dibuat secara asal-asalan karena harus melalui pengesahan oleh notaris sehingga memiliki kekuatan hukum. Itulah sebabnya, semua poin yang ada di dalam surat ini harus atas persetujuanmu maupun pasanganmu.